10/15/2016

Vape atau Vaping, Cara Kekinian Berhenti Merokok

Vapeku - Vape atau Vapor atau kepanjangan dari vaporizer beberapa tahun terakhir ini menjadi sangat ngetrend di kalangan anak muda Indonesia, pasalnya salah satu alat elektronik untuk menghisap uap ini di katakan lebih safety daripada merokok. Namun yang menjadi pertanyaan adalah, benarkah vape itu aman? entahlah, yang jelas hingga tulisan ini di publikasikan semakin banyak saja toko/store vape di jalan-jalan utama kota besar. Bahkan beberapa dari mereka tak segan untuk vaping di dalam kantor.

Asal Mula Vape

Yup, sekelumit pertanyaan yang mungkin muncul dalam benak anda ketika pertama kali mendengar Vape. Vape atau juga populer di sebut dengan Vapor ini sejatinya muncul ke permukaaan sejak 2006 silam, di motori oleh Hon Lik, seorang perokok berat asal China. Merunut laman Wikipedia, Hon Lik mulai menemukan ide pada tahun 2003 saat dirinya ingin lepas dari kebiasaan merokoknya yang sangat parah, singkatnya dari situ lah ide mengganti rokok konvensional menjadi rokok elektrik hingga saat ini kenal kenal dengan vape/vaporizer.
Apa itu VAPOR
Apa itu Vape/Vapor |

Apa Vape itu? 

Vape adalah  sebuah alat elektronik yang terdiri dari driptip, atomizer (tangki), mods dan baterai yang di rangkai sedemikan rupa untuk mengubah cairan liquid menjadi uap beraroma sehingga bisa di hisap lewat mulut. Kasarnya nama bagian bagian vape tersebut memiliki fungsi masing2, lebih jelasnya bisa di Mengenal Nama Bagian Komponen Vape.

Apa Vaping itu?


Vaping adalah kegiatan atau aktivitas menghisap uap dari vaporizer, dan pengguna vape sering di sebut Vapers. Jadi saat anda menghisap uap dari personal vaporizer anda itulah yang di sebut vaping.

Apa Vape Bahaya? Apa vape aman?


Terkait apakah vape itu aman atau justru berbahaya bagi kesehatan hingga saat ini masih banyak pro kontra, namun mengingat liquid dari vape sendiri ada yang non nikotin maka bisa jadi vape cenderung lebih aman daripada merokok konvensional (rokok filter/kretek). Detilnya bisa di baca di ulasan lebih detil tentang perbedaan vape dan rokok

Apakah Vape Bisa Meledak?


Bisa, di beberapa kasus vape bisa meledak. Lebih detil mengenai penyebab vape bisa meledak antara lain :

1. Pemakaian jenis battery yang tidak tepat.
2. Menggunakan Mods abal-abal sehingga tidak terjamin circuit di dalamnya.
3. Pada Mekanikal Mods, beberapa kasus mengindikasikan Koil tidak cocok dengan Modsnya.
4. Terjadi kerusakan pada circuit di Mods, atau bahkan pada chip yang tertanam di dalamnya.
5. Konflik baterai misalnya: jenis dan merek batt tidak sama, low batt tapi tetap di paksa, isi batt tidak sama (satu penuh, sedang satunya lagi hampir habis).


Apakah Vape mengandung Nikotin?

Mungkin yang anda maksud adalah apakah liquidnya mengandung nikotin? jawabanya adalah bisa tidak bisa iya. Liquid biasanya sudah include kandungan nikotin, rata2 menggunakan 3% atau 3 mili nikotin saja. Karena karakteristik Nikotin ini sendiri bisa menimbulkan candu maka bagi anda yang belum pernah mencoba sebaiknya tidak mencobanya.

Apakah Vape sama dengan Rokok?


Tidak, vape berbeda dengan rokok. Walaupun vape populer di sebut rokok elektrik namun perbedaan mendasarnya adalah jika vape menghisap uap dan rokok menghisap asap. Asap rokok dan vape jelas sangat berbeda. Lalu belum lagi kandungan bahan kimia penyusun vape dan rokok, jika rokok mengandung tar yang cukup banyak maka sebaliknya vape tidak mengandung tar. Untuk lebih jelas mengenai perbedaan vape dan rokok elektrik silakan merujuk ke Vape vs Rokok.

OK, sedikit ulasan diatas semoga bisa menambah sedikit wawasan tentang Apa itu Vape. Karena ini merupakan tulisan perdana rasanya segini sudah cukup, next akan kami ulas tentang bagian-bagian vape lebih jauh lagi.

Artikel Terkait

Oldest Page